Begitu membaca atau mendengar, mungkin sebagian orang akan bergidik atau bingung, apa sih Thalasemia? Menurut wikipedia Thalasemia adalah salah satu jenis anemia hemolitik dan merupakan penyakit keturunan yang diturunkan secara autosomal dan paling banyak dijumpai di Indonesia dan Italia. Seorang penderita Thalasemia memiliki kandung sel darah merah yang abnormal. Dengan kandungan darah abnormal ini menyebabkan usia sel darah pendek. Usia rata-rata sel darah merah pada manusia antara 90 – 140 hari sedangkan untuk penderita Thalasemia kurang dari itu. Dengan jumlah sel darah yang tidak normal tentu saja mengganggu aktivitas sehari-hari, karena darah adalah pembawa oksigen keseluruh tubuh.
Thalasemia terbagi menjadi 2, yaitu thalasemia mayor dan thalasemia minor. Para penderita Thalasemia mayor biasanya membutuhkan transfusi darah tiap bulan, umumnya mereka tidak berumur panjang. Sedangkan Thalasemia minor masih dapat beraktifitas seperti manusia dengan sel darah normal. Hanya saja penderita thalasemia minor adalah pembawa sifat thalasemia yang dapat menurunkannya kepada anak.
Thalasemia minor tidak memiliki ciri khusus, dia hanya mengalami anemia ringan. Sedangkan para penderita thalasemia mayor sangat kelihatan diantaranya :
- Letih, lemah dan lesu
- Berat badan turun
- Kulit pucat
- Detak jantung cepat
- Nafas pendek – pendek saat olah raga
Biasanya penderita thalasemia mayor sudah terlihat sejak bayi, usia 6 bulan sudah membutuhkan transfusi darah rutin.
Ada beberapa cara untuk mengobati penyakit ini antara lain
- Transplantasi tulang sumsum
- Placenta <tali pusar> dirinya sendiri atau saudara kandung.
Transfusi darah tidak mengobati hanya membantu si sakit untuk dapat bertahan hidup dan membuatnya dapat melakukan aktifitas secara normal.
Pencegahan yang dapat dilakukan hanya deteksi penyakit ini sejak dini, jika salah satu dari sepasang suami istri adalah pembawa sifat thalasemia maka akan ada anak yang menderita thalasemia minor, sedangkan jika keduanya adalah pembawa thalasemia maka akan ada anak yang menderita thalasemia mayor.
Ditulis karena terinspirasi dari cerita seseorang dan dikutip dari berbagai sumber.


Tinggalkan komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini