Goes To Bandung….

long weekend tidak berlaku bagi aku yang notabene masuk kerja pada hari sabtu….yupz..hari itu panas sangat terasa menembus kulitku tapi demi ketemu temen-temen lama dan jalan jalan ke Bandung tetap memberikan semangat untuk berangkat. Menunggu bis Bandung di halte sungguh membuat kepala sakit, para penumpang yang berlalu lalang, bis yang datang dan pergi tapi tidak satupun bis ke bandung menghampiri. Satu jam berlalu tepatnya jam 14.00 akhirnya yang aku tunggu datang juga Yap Primajasa jurusan Bandung-Kalideres telah didepan mata, tanpa menunggu aku langsung naik dan cari tempat kosong (secara waktu itu hari senin adalah harpitnas dan tentu saja hampir semua bangku penuh). Akhirnya aku mendapat bangku hampir dibelakang, tapi tak apalah yang penting nyaman…tarif bis dipatok 40.000 ga bole nawar apalagi ngutang haha…
jam menunjukan pukul 17.00 saat kakiku menginjakan terminal leuwi panjang, hm masih ada waktu untuk shalat ashar. selesai shalat ternyata teman2 sudah menunggu di terminal nah dimulai lah petualangan di kota Bandung yang katanya “City never sleep” hehe..
Dari leuwi panjang kami naik angkot yang melewati kebon kalapa ongkosnya 2500 ajah, disitu kita mampir ke BCA dan makan cireng isi harga cireng cuma 1000 dengan berbagai rasa, ada keju, ayam, sosis dll lumayan buat ganjel perut. dari kebon kalapa kita menuju jl.paledang, konon katanya dijalan ini pusat parfum ternyata benar sepanjang jalan paledang rumah-rumah penduduk disulap menjadi ruko yang menjual berbagai jenis parfum (parfum disini bukan asli hanya wangi nya saja yang hampir hampir mirip dengan yang asli, ya aspal gitu deh). Harga bervariasi untuk setiap merk tetapi rata-rata 65.000 untuk 100ml dan 35.000 untuk 50 ml. kita tinggal pilih suka wangi yang mana dan sang penjaga toko akan mulai meracik parfum aspal untuk kita. klik disini kalu mau ke mapnya.
Puas dengan parfum, kita pergi ke Dago Tea House memang bukan cafe baru di Bandung tapi berhubung kami backpacker yang ngangkot (turun naik angkot) jadi Dago Tea House menjadi pilihan. Perjalanan ke Dago Tea House melewati jalan Dago yang notabene adalah pusat kota Bandung. Memang sepanjang jalan ini sibuk banget sudah macet belum lagi pengamen yang katanya mahasiswa lagi nyari dana buat misi kemanusiaan, punker yang mengamen atau yang hanya nongkrong, penjual bunga dan sebagainya dan sebagainya. Akhirnya tiba juga di tujuan, tempatnya nyaman ditambah udara dingin kota Bandung hmm bikin betah. Setelah makan kami masih belum puas menikmati malam minggu di bandung akhirnya diputuskan untuk beli bakar jagung yang tenda-tendanya di sepanjang jalan Dago. Selama kami makan jagung yang ngamen banyak banget uda kayak di Jakarta aja, dan rata-rata mereka masih abg dengan style punk. Kita semua tahu kalu Bandung adalah kota dengan komunitas punk terbanyak di seluruh Indonesia. Ramai dan ruwet. saat meninggalkan tenda waktu menunjukan jam 23.30 dan jalan dago masih saja ramai.
Keesokan harinya kita jalan-jalan ke Gasibu. Dimulai dari monumen perjuangan sampai ke lapangan gasibu penuh orang yang berjualan. Ada makanan, minuman, pakaian, sampai binatang. lumayan capek berkeliling disana.
Siangnya kami hunting ke FO (Factory Outlet) di sepanjang jalan dago. Ternyata FO termasuk murah bila dibandingkan dengan mal mal di Jakarta, perbandingannya tentu saja dengan barang yang sama.
Untuk yang baru ke Bandung, jangan malu bertanya deh atau bawa peta hehe…orang bandung aja bisa nyasar dikota nya sendiri, karena banyak jalan dan gang2 kecil.
Kami sampai terminal leuwi panjang jam 19.30, jangan kuatir tidak ada bis jika pergi ke Bandung karena masih banyak bis ke banyak jurusan siap mengantar anda pulang ke rumah…..Next trip Bandung again…Backpacker…train…or bus…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s