Terlalu Banyak Duduk? Awas Sitting Disease!

Penyakit terlalu banyak duduk (sitting disease) ini merupakan satu jenis “tren” baru bagi mereka yang memiliki gaya hidup minim aktivitas atau olahraga. Meski rasanya tak ada yang salah dalam menjalankan kebiasaan ini, namun sebuah riset terbaru mengatakan bahwa ketika tubuh jarang bergerak bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, diabetes, kanker, dan obesitas. Di bulan Januari tahun ini, para ahli dari Inggris menemukan adanya hubungan antara terlalu lama duduk dengan peningkatan risiko terkena penyakit. Di saat yang berdekatan pula, para peneliti dari Australia mengatakan, bahwa setiap satu jam kita duduk di depan televisi, bisa meningkatkan 18 persen kemungkinan terkena penyakit kardiovaskuler.

James Levine, MD, PhD, profesor obat-obatan dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, dan penulis Move aLittle, Lose a Lot mengatakan, “Manusia berevolusi sebagai entitas yang berjalan, mengeksplor dunia menggunakan kakinya.” Namun, anehnya, menurut Levine, bahwa di dunia yang sekarang, manusia menghabiskan sebagian waktunya dalam sehari dengan duduk. Menurutnya, hal ini merupakan sebuah kungkungan fisik seseorang. Saran dari Levine, lawan penyakit terlalu banyak duduk dengan mengambil langkah untuk mulai aktif secara fisik. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah susunan jadwal harian Anda secara drastis. Misal, dengan mengikuti kelas-kelas di gym, berangkat ke kantor naik sepeda, menaruh sepeda statis atau treadmill di depan televisi, atau menyewa seorang pelatih kebugaran pribadi. Jika terlalu mahal, Anda bisa menciptakan kegiatan-kegiatan kecil untuk mulai bergerak di sela-sela hari Anda.
Berikut adalah beberapa hal kecil yang bisa Anda lakukan untuk menghindari sitting disease ini.

Aktivitas selain berolahraga. Levine merekomendasikan untuk Anda yang tak memiliki waktu untuk berlatih fisik setiap harinya untuk melakukan kegiatan fisik yang bukan olahraga berat. Aktivitas ini ia beri nama nonexercise activity thermogenesis (NEAT). Yang termasuk dalam kegiatan ini antara lain; peregangan, menekuk lutut, memutar pinggang, dan lainnya. Cobalah untuk menargetkan diri melakukan kegiatan ini sepuluh menit dalam setiap jam. Apa yang diminta dari NEAT adalah untuk Anda melakukan kegiatan fisik yang tak perlu mengeluarkan uang. Ini sangat baik untuk mereka yang beralasan tak memiliki uang dan waktu untuk pergi ke pusat kebugaran. Kembangkan aktvitas harian Anda dengan berolahraga, misal, dengan mempercepat langkah saat menuju telepon, tak berkutat lama di depan internet, atau mengajak si kecil berkeliling komplek.

Padukan duduk dan berdiri. Duduk dalam waktu lama tidak sehat untuk manusia, namun berdiri dalam waktu lama pun bisa menimbulkan masalah, seperti punggung sakit dan kaki pegal atau keram. Akan sangat baik untuk mengubah posisi dari duduk ke berdiri dan sebaliknya secara rutin.

Ambil waktu istirahat. “Kebanyakan orang sudah mengetahui, bahwa jika tubuh kita tidak beraktivitas fisik, maka timbangan berat badan bisa melonjak, namun hal ini tidak menjadi motivasi yang cukup kuat untuk membuat seseorang mulai bergerak,” terang ahli kebugaran, Fabio Comana, juru bicara American Council on Exercise di San Diego. Ia menyarankan untuk mulai memotivasi diri dengan gol kecil. Cobalah untuk melakukan peregangan seluruh bagian tubuh, khususnya otot-otot yang sering keram. Jika Anda melakukan peregangan ini 5-6 kali per hari, Anda akan merasakan perbedaannya.

Jangan malas. Anggaplah tahun ini adalah tahun sebelum kejayaan internet. Jika Anda ada perlu dengan rekan kerja yang kubikelnya masih ada di lantai yang sama, kunjungilah sesekali. Kurangi pengiriman email yang sebenarnya bisa dilakukan sambil bertatap muka.

Kebiasaan baik. Berdiri menggunakan otot lebih banyak, dan membakar kalori lebih banyak ketimbang duduk. Jadi, latihlah diri Anda untuk berdiri, ketika menerima telepon, misalnya. Gunakan tangga darurat untuk naik atau turun beberapa lantai, kurangi penggunaan lift.

15 menit untuk 2 jam. Memperlama diri duduk di ruang kerja bisa membuat diri Anda lelah, membuat Anda cenderung mengantuk menjelang jam pulang kantor. Namun, ketika Anda berjalan kaki, sekitar 15 menit di sore hari, Anda akan merasa lebih produktif di jam-jam menjelang pulang kantor.

Pertimbangkan transportasi umum. Amat berbahaya untuk mencoba berolahraga sambil menyetir mobil atau kendaraan pribadi. Namun, ketika Anda menggunakan kendaraan umum ke tempat kerja, Anda bisa berdiri, menggerakkan otot-otot kaki dan tangan, atau turun beberapa meter dari kantor untuk berjalan sejenak menuju kantor. Jika transportasi massal bukan pilihan untuk Anda, carilah tempat parkir yang cukup jauh agar Anda bisa berjalan kaki beberapa menit menuju kantor dan dari kantor ke kendaraan Anda.

Tonton televisi lebih banyak. Ya, Anda tak salah baca, namun jangan senang dulu. Anda boleh menonton televisi dalam waktu lama hanya jika Anda melakukan kegiatan yang cukup mengolah fisik di depannya. Misal, tempatkan treadmill atau sepeda statis di depan televisi. Tak ada alat kebugaran ini? Cobalah berbenah sambil menonton televisi, misal, bersih-bersih daerah di depan televisi. Jangan biarkan diri Anda melemah karena terlalu banyak bersantai. Riset menunjukkan bahwa semakin lama Anda menonton televisi, makin besar pula risiko lingkar pinggang Anda melebar, dan makin tinggi pula risiko Anda terkena penyakit kardiovaskuler.

copy paste dari kompas.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s