Sang Pemilik Rencana

Hidup itu tidak perlu dipusingkan dengan masalah harta atau apapun yang menyangkut dunia. Kita sebagai manusia hanya diciptakan untuk ibadah dan berusaha selebihnya adalah ALLAH SWT yang mengaturnya, dialah yang telah menentukan qadha dan qadar setiap manusia.

“Dan tidak satu pun makhluk yang bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).” (QS. Huud [11]: 6).

Manusia memiliki segudang rencana tapi Dialah sang maha berkehendak. Disinilah tawakal sangat berperan dan ikhlas akan selalu menjadi obat dari setiap kekecewaan.

Teringat kisah seorang teman sebut saja annisa, saat itu kami masih sama-sama kerja di sebuah perusahaan percetakan dan ambil kuliah ekstension di kampus yang berbeda . Suatu ketika ada salah seorang teman kami sebut saja Umar yang kuliah satu kampus dengan annisa di mutasi untuk mengisi kekosongan pada posisi tersebut . suatu hari aku nyeletuk ‘nis, suatu hari kamu pasti dapatkan posisi itu, kalian kan bidangnya sama’, sambil tersenyum annisa jawab ‘ya belum tentulah tiap orang kan jalannya ga selalu sama meski di bidang yang sama, lagian aku ga berniat di posisi itu aku uda punya rencana sendiri’.

Beberapa tahun berlalu, hingga akhirnya Rahmat mengundurkan diri. Load pekerjaan yang banyak tidak memungkinkan untuk mencari karyawan baru sehingga dipilihlah kandidat dari internal perusahaan untuk menggantikan posisi Umar. Pada akhirnya terpilih lah Annisa sebagai penggantinya. Dia terlihat sangat senang dengan keadaan itu.

Saat istirahat dia bercerita ‘aku ga pernah loh membayangkan menggantikan Umar, rencanaku segera keluar dari sini dan mendapat pekerjaan baru di perusahaan yang lebih besar, tapi ternyata ALLAH SWT berkata lain, mungkin belum saatnya aku keluar dari sini, aku disuruh belajar lagi untuk mendapatkan yang ku impikan.’, aku tanya ‘kamu kecewa nis?’, dia jawab ‘ga, mungkin beberapa waktu lalu aku kecewa karena beberapa hal, tapi ini lebih manis dari yang kuharapkan’. Aku tidak bertanya lagi walau aku tidak tahu apa yang ia maksud dengan beberapa hal. Memang aku menilai dia termasuk anak yang rajin menjalankan ibadah shalat 5 waktu dan shalat dhuha, entah ditambah ibadah apalagi. Walau tingkat ketaqwaan setiap orang hanya ALLAH SWT yang tahu

Sudah banyak buku – buku atau bahkan setiap orang sudah tahu bahwa pilihanNya adalah yang terbaik untuk kita, tetapi saat mengalami kekecewaan orang akan mengeluh bahkan langsung meninggalkan ibadah karena ia pikir ALLAH SWT tidak berpihak / tidak sayang padanya. Padahal semakin kita tawakal semakin sayang Ia pada kita dan akan semakin mudah dalam menjalankan hidup ini.

Hidup tidak perlu terlalu merisaukan masalah harta, karena itu sudah ada yang mengaturnya. Kita hanya perlu berusaha semaksimal mungkin karena kita tidak tahu seberapa besar porsi harta yang di jatahkan olehNya. Dia lah sang maha kaya, maka beribadahlah dengan ikhlas untuk mendapatkan kasih sayang lebih dariNya. Menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Ikutilah kata hati karena disanalah letak fitrah manusia. Dengan begitu insya Allah akan mendapatkan kebaikan dunia akhirat.

Allah SWT berfirman: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran” (Q.S. Al Baqarah [2]: 186).

Jadi hidup itu hanya untuk mengabdikan diri kepada sang Khalik dan berikhtiar.
seperti tersebut dalam alquran “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan utk menyembah-Ku.”;

coretan kecil…
just my opinion….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s